Rissaindri’s Blog

“beibehlopelope”

Tontonan Jakarta December 10, 2008

Filed under: Tontonan Jakarta — rissaindri @ 1:19 am

Keberadaan kesenian Betawi yang merupakan kesenian “tuan ruma” di DKI Jakarta mempunyai berbagai keanekaragaman, karena paling tidak, terdapat 73 jenis kesenian Betawi dari seluruh isiplin seni, termasuk ragam hias yang pernah dan masih berkembang di DKI Jakarta. Namun demikian, keanekaragaman kesenian Betawi tersebut belum banyak diketahui oleh masyarakat luas, kecuali beberapa jenis kesenian Betawi yang populer di masyarakat, seperti Lenong, Ondel-ondel, Topeng, Gambang Kromong, dan lainnya. Padahal jika dicermati, masih banyak lagi kesenian Betawi yang tumbuh dan Berkembang di wilayah DKI Jakarta.

hUntuk mengetahui keanekaragaman kesenian ragam hias Betawi serta sebagai upaya merefitalisasi kesenian Betawi yang saat ini masih dirasa kurang, maka Dewan Kesenian Jakarta akan menggelar acara bertajuk Tontonan Jakarta pada 29 November hingga 2 Desember 2007. Acara ini akan mempertunjukkan keragaman seni Betawi dulu dan sekarang, mulai dari musik, folktale, performing art, sampai ragam kuliner. Di sini, masyarakat bisa melihat berbagai kesenian klasik Betawi yang jarang tampil, seperti Sambrah, Wayang Kulit Betawi, Sahibul Hikayat, Topeng Betawi, dan Lenong Denes. Masyarakat juga bisa menikmati hasil kesenian Betawi yang lebih modern, seperti Lenong Preman, Ondel-ondel, Pesta Petasan, Lukisan Betawi, dan pemutaran film. Untuk kuliner, masyarakat bisa ikut menikmati Kerak Telor, Bir Pletok, Sayur Pucung, dan Kue-kue Betawi.

 

Kesenian Betawi July 17, 2008

Filed under: Kesenian Betawi — rissaindri @ 12:57 am

Tari BetawiKeberadaan budaya Betawi, termasuk kesenian tradisionalnya dalam beragam bentuk seperti tari-tarian, teater, nyanyian, musik, dan sebagainya, merupakan aset wisata yang eksotik. Sudah sepatutnya berkembang sebagaimana kesenian tradisional dari etnis lain.

Tak sedikit tim kesenian dari Indonesia yang diwakili Betawi pentas keliling dunia, mendapat sambutan luar biasa di berbagai manca negara. Sementara di Tanah Airnya sendiri seolah kurang mendapat tempat. Bahkan regenerasinya pun acap mengalami kendala.

Saat ditemui di kediamannya, kawasan Cipayung Jakarta, Mpok Nori, salah seorang generasi senior kesenian tradisional Betawi, mengungkapkan bahwa saat ini kesenian yang digelutinya tak sepopuler tahun 70-80-an saat keemasan karirnya.

Kendalanya, selain besarnya pengaruh globalisasi, generasi muda Betawi juga sangat sedikit yang mau mempelajari sekaligus meneruskan kesenian tradisi mereka.

Nah, supaya kita lebih mengenal apa saja budaya Betawi dalam bentuk kesenian tradisional tersebut? Nyok kite kenal lebih jauh…

Entah mengapa diberi nama Ondel-ondel. Yang pasti, setiap ada gelaran hajatan di kalangan warga Betawi, arak-arakan ondel-ondel seperti tak pernah ketinggalan. Baik hajatan besar maupun sekedar pesta sunat anak.

Boneka besar setinggi sekitar 2 meter tersebut memang dipercaya sebagai simbol nenek moyang yang menjaga anak-cucunya yang masih hidup. Dengan kata lain, ondel-ondel juga dipercaya untuk mengusir roh jahat setiap ada hajatan. Bagian wajah berupa topeng (disebut kedok), sementara rambut kepalanya dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki dicat warna merah, sedangkan yang perempuan dicat dengan warna putih.

Keberadaan ondel-ondel yang kerangkanya dibuat dari bambu itu saat ini sudah mulai bergeser. Kadang hanya digunakan sebagai pajangan di kantor-kantor, hotel-hotel, atau tempat-tempat umum setiap bulan Juli tiba.

www.wisatanet.com

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.