Rissaindri’s Blog

“beibehlopelope”

LENONG BETAWI September 3, 1983

Filed under: Lenong Betawi — rissaindri @ 2:05 am

Serta mengatur kehidupan dengan menyusun norma, etika, dan hukum yang menjadi acuan ketertiban. Beradab atau tidaknya sebuah bangsa bisa diukur dari sini, ketika kita membicarakan budaya cakupannya sangat luas dimulai dari ilmu pengetahuan sampai kesenian yang merupakan simbol dari bentuk pengungkapan atau pesan, bila seorang melihat kesenian ada yang menganggap sebagai hiburan dan ada pula yang menjadikan sebagai instrumen untuk melakukan pencerahan pada masyarakat seperti penggunaan wayang oleh para wali untuk melakukan syi’ar.

Lenong Betawi

Lenong Betawi

Pada konteks mayarakat Betawi banyak melahirkan seni kerakyatan, memang kalau kita telusuri garis sejarah terciptanya tidak terlepas dari proses akulturasi seni yang datang dari luar, sebab secara geografis masyarakat Betawi sejak masa kolonial sampai sekarang menjadi pintu atau corong perdagangan yang akan masuk ke Nusantara sehingga realitas ini mempunyai peran untuk membentuk kesadaran mayarakat yang lebih terbuka terhadap budaya yang datang dari luar, sebab masyarakat yang berada pada jalur perdagangan lebih mudah terjadi penyerapan budaya yang prosesnya nanti akan terjadi proses pembentukan kesenian, ini terjadi pada masyarakat Indonesia secara umum khususnya Betawi.

Salah satu kesenian rakyat yang terjadi akulturasi adalah lenong, untuk saat ini kesenian lenong cukup populis dimata penduduk Jakarta karena sudah terjadi pempublikasian lewat media dan acara-acara pertunjukan dalam ruang lingkup kesejarahan masyarakat Cina mempunyai banyak konstribusi untuk lenong itu sendiri sehingga banyak pencorakan yang bersentuhan dengan ke Cina-an hal ini disebabkan pada awal pertumbuhannya dibina dan dikembangkan oleh masyarakat Cina, walau pun demikian dapat diramu oleh masyarakat Betawi dan menjadikan sebuah kekayaan kebudayaan, jika kita telaah lebih dalam mengenai lenong maka kesenian ini bertujuan menggambarkan sebuah realitas sehari-hari kemasyarakatan, lenong merupakan pematerialan dari teater tutur gambang rancak menjadi teater peran sehingga terbentuklah lenong, dalam pertunjukan lenong diperlukan pendekoran panggung, pemakaian pakaian dan iringan musik sesuai dengan tema yang diangkat untuk mengawali pertunjukan biasanya dimulai dengan permainan musik gambang kromong untuk memanggil penonton supaya datang, atau dalam pembukaan dimainkan lagu angkat selamat sebagai tanda penghormatan, sementara dalam hal cara esktra dibawakan lagu-lagu khas Betawi seperti jali-jali, persi, stambul, center manis, seret balok, renggong manis dll.

Pada zaman dahulu lenong diperuntukkan untuk stratifikasi sosial tertentu yaitu raja dan bangsawan sehingga penyajiannya pun hanya bekutat pada lingkaran kaum tersebut sehingga timbul ungkapan “kaya raja lenong”untuk menunjukan orang yang bergaya feodal. Dalam perkembangan lenong itu sendiri terdapat beberapa macam jenis lenong sesuai dengan tema dan realitas yang mau diangkat diantaranya adalah : Lenong Dines, Wayang Senggol, Wayang Sumedar, Lenong Preman, dan Wayang Si Ronda.

www.apit.wordpress.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s